Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Interna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Interna. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

Asuhan Keperawatan Pada Gagal Ginjal Kronik (GGK)


  1. Pengertian


Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit ginjal yang tidak dapat pulih ditandai dengan penurunan fungsi ginjal progresif, mengarah pada penyakit ginjal tahap akhir dan kematian.

(Tucker,S M, 1998:583)

  1. Etiologi


Penyebab dari Gagal Ginjal Kronik antara lain:


    1. Nefropati diabetik

    2. Hipertensi ( nefrosklerosis )

    3. Glomerulonefritis

    4. Penyakit ginjal herediter

    5. Penyakit polikistik ginjal

    6. Gagal ginjal akut tak teratasi

    7. Uropati obstruktif

    8. Nefritis interstisial

    9. Penyakit metabolik Misal: diabetes melitus, gout, amilodosis

    10. Pielonefritis kronik

    11. Sistemik lupus eritematosus ( SLE )



Download Askepnya Disini

Download Pathwaynya Disini

Sabtu, 10 Desember 2011

EDEMA

Merupakan penumpukan cairan ekstra selular yang berlebihan dalam jaringan.

Transudat : massa jenis < 1,020

Eksudat     : massa jenis > 1,020

-          Penyebab edema

  1. Peningkatan dan tekanan vena: cairan keluar dari pembuluh darah ke ruang ekstraselular.




    1. Sistemik:



Kegagalan jantung


    1. Lokal:



Obstruksi mekanik terhadap drainase

Contoh: uterus gravid menekan vena

  1. Penurunan tekanan osmotik darah


Edema: jika protein plasma menurun < 40 gr/l.

Penyebab penurunan protein:


    1. Asupan yang tidak cukup



Contoh: edema kelaparan, sindroma malabso


    1. Haluaran yang berlebihan



Contoh:

-          Penyakit ginjal dengan albuminuria: sindroma nefrotik

-          Keluarnya protein pada luka bakar berat


    1. Produksi yang kurang



Contoh: penyakit hepar berat dengan defisiensi sintesis proteion.

  1. Peningkatan permeabilitas kapiler


Menyebabkan kelebihan cairan dan protein plasma untuk masuk ke dalam jaringan.


    1. Sistemik:



Produk bakterial dan bahan kimia ß anaksia yang berkaitan dengan kegagalan jantung.


    1. Lokal:



Cedera setempat dari pembuluh darah oleh luka bakar, bahan kimia dan infeksi.

  1. Peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular


Kelebihan ion natrium dalam cairan ekstraselular menahan air à edema

Penyebab:

  1. Kegagalan jantung

  2. Kegagalan ginjal

  3. Asupan diet natrium yang berlebihan

  4. Obstruksi limfatik


Mencegah drainase cairan jaringan, jika menetap à limfedema. Jika berat à elefantiasis.

Penyebab:

  1. Kongenintal

  2. Parasitik: infeksi filaria

  3. Pembentukan parut: fibrosis setelah infeksi: limfogranuloma venerium

  4. Pembedahan: setelah pengeluaran limfenodul inguinal atau aksilar. Contoh: pada karsinoma payudara

  5. Keganasan: blokade oleh sel tumor


-          Tipe Klinik

2 tipe paling sering dari edema generalisata adalah:

  1. Edema jantung


Faktor utama:

  1. Peningkatan tekanan hidrostatik dalam vena

  2. Anoksia stagnasi dengan peningkatan permeabilitas vaskular

  3. Retensi ion natrium dengan peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular

  4. Edema ginjal


Faktor yang terlibat:

  1. Penurunan protein plasma à menurunkan tekanan osmotik plasma (oleh karena albumenuria)


Contoh: sindroma nefrotik

  1. Peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular, disebabkan gangguan elektrolit.


Contoh: kegagalan ginjal akut

  1. Peningkatan permeabilitas kapiler


Merupakan suatu faktor pada edema glomerulonefritis akut

  1. Tumpang tindih dengan edema jantung


Kegagalan jantung yang berkaitan dengan hipertensi sebagai akibat sekunder penyakit ginjal.

Efek edema:

Edema serebral à peningkatan tekanan intraranial, koma, bahkan kematian.

Edema paru à pergeseran udara oleh cairan dalam alveoli à menghambat pertukaran gas dispnu dan sianosis.

Kongesti

Kongesti atau hiperemia adalah peningkatan jumlah darah dalam jaringan

-          Kongesti aktif

Merupakan dilatasi arterial dan kapiler

Terjadi pada latihan dan pada peradangan.

-          Kongesti venosa pasif

Merupakan stasis vena

Dapat akut atau kronik, setempat atau U.

  1. Kongesti venosa akut pasif


Organ/jaringan merah tua, berisi penuh dengan darah.

  1. Setempat:


Karena abstruksi mendadak dari aliran balik vena (venous return)

Contoh: trombosis vena

  1. Umum:


Kegagalan jantung akut

Asfiksia

  1. Kongesti venosa kronik pasif

    1. Setempat:




Disebabkan obstruksi vena yang lama dengan atau tanpa trombosis. Terjadi karena pembesaran lomfonodul, tumor, massa lain yang menekan vena.

 

  1. Umum:


Pada kegagalan jantung kronik.

-          Perubahan organ pada kongesti venosa pasif:

Kongesti ringan à hiperemia

Lebih berat atau lama à anoksia jariangan à degenerasi parenkimal

  1. Paru


Pada kegagalan jantung kiri kronik dan obstruksi mitral. Paru: padat, coklat dan fibrosa.

  1. Hepar


Pada kegagalan jantung kanan

  1. Dini: kongesti berat pada hepar

  2. Kemudian: kerusakan sel hepar

  3. Lanjut: nekrosis dan fibrosis

  4. Lien


Dini : sedikit membesar

Selanjutnya: membesar secara makroskopis disertai fibrosis

  1. Ginjal


Agak membesar, merah tua

Mikroskopis; glomeruli sangat membengkak

  1. Organ lain


Usus, lambung dan visera lain: pembengkakan dan darah.

Anggota gerak: khususnya tungkak mengandung darah berlebihan, sering dan edema.

-          Akibat kongesti vena yang lama

  1. Pembesaran akibat pembengkakan

  2. Anoksia stragnasi dengan degenerasi sel parenkimal dan peningkatan fibrosis

  3. Edema

Nekrosis


  • Definisi


Nekrosis adalah kematian sel

  • Penyebab



  1. Iskemia : kekurangan oksigen, metabolik lain

  2. Infektif : bakteri, virus, dll

  3. Fisiko-kimia : panas, sinas X, asam, dll



  • Terdapat 2 tipe :



  1. Nekrosis koagulatif


Disebabkan oleh denaturasi protein sekular yang menimbulkan massa padar, menetap berhari-hari/berminggu-minggu à larut dan dikeluarkan dari lisis enzimatik.

Tipe ini ditemukan setelah kehilangan pasokan darajh, contoh pada infark

  1. Nekrosis kolikuatif


Terjadi pelaritan yang cepat dari sel yang mati. Terutama terjadi pada susunan saraf pusat.

à pemecahan mielin à perlunakan otak

à likuefaksi, contoh: setelah sumbatan vaskular

  • Penyebab Nekrosis



  1. Iskhemi


Iskhemi dapat terjadi karena perbekalan (supply) oksigen dan makanan untuk suatu alat tubuh terputus. Iskhemi terjadi pada infak, yaitu kematian jaringan akibat penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan dapat terjadi akibat pembentukan trombus. Penyumbatan mengakibatkan anoxia. Nekrosis terutama terjadi apabila daerah yang terkena tidak mendapat pertolongan sirkulasi kolateral. Nekrosis lebih mudah terjadi pada jaringan-jaringan yang bersifat rentan terhadap anoxia. Jaringan yang sangat rentan terhadap anoxia ialah otak.

  1. Agens biologik


Toksin bakteri dapat mengakibatkan kerusakan dinding pembuluh darah dan trombosis. Toksin ini biasanya berasal dari bakteri-bakteri yang virulen, baik endo maupun eksotoksin. Bila toksin kurang keras, biasanya hanya mengakibatkan radang. Virus dan parasit dapat mengeluarkan berbagai enzim dan toksin, yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi jaringan, sehingga timbul nekrosis.

  1. Agens kimia


Dapat eksogen maupun endogen. Meskipun zat kimia merupakan juga merupakan juga zat yang biasa terdapat pada tubuh, seperti natrium dan glukose, tapi kalau konsentrasinya tinggi dapat menimbulkan nekrosis akibat gangguan keseimbangan kosmotik sel. Beberapa zat tertentu dalam konsentrasi yang rendah sudah dapat merupakan racun dan mematikan sel, sedang yang lain baru menimbulkan kerusakan jaringan bila konsentrasinya tinggi.

  1. Agens fisik


Trauma, suhu yang sangat ekstrem, baik panas maupun dingin, tenaga listrik, cahaya matahari, tenaga radiasi. Kerusakan sel dapat terjadi karena timbul kerusakan potoplasma akibat ionisasi atau tenaga fisik, sehingga timbul kekacauan tata kimia potoplasma dan inti.

  1. Kerentanan (hypersensitivity)


Kerentanan jaringan dapat timbul spontan atau secara didapat (acquired) dan menimbulkan reaksi imunologik. Pada seseorang bersensitif terhadap obat-obatan sulfa dapat timbul nekrosis pada epitel tubulus ginjal apabila ia makan obat-obatan sulfa. Juga dapat timbul nekrosis pada pembuluh-pembuluh darah. Dalam imunologi dikenal reaksi Schwartzman dan reaksi Arthus.

INFARK


  • Definisi


Suatu daerah nekrosis iskemik yang timbul oleh kurangnya pasokan darah, biasanya oleh embolisme atau trombosit.

  • Faktor-faktor predisposisi


Daerah dengan sirkulasi kolateral yang tidak cukup setelah blokade pembuluh darah = daerah/jaringan dengan “end arteri”

  • Tipe



  1. Aseptik

  2. Septik


Kamis, 01 Desember 2011

Asuhan Keperawatan pada Diabetes Mellitus (DM)

Diabetes mellitus adalah keadaan dimana tubuh tidak menghasilkan atau memakai insulin sebagaimana mestinya. Insulin adalah hormon yang membawa glukosa darah ke dlaam sel-sel dan menyimpannya sebagai glikogen (Tambayong, Jan, 2000 : 157).

Pendapat darp Smeltzer, S.C dan Bare (2001 : 1220) Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolisme dengan karakteristik intoleransi glukoda atau penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara persediaan insulin dengan kebutuhan- klasifikasi diabetes yang utama adalah :

  1. Diabetes Mellitus tipe I : DM tergantung insulin.

  2. Diabetes Mellitus tipe II : DM tidak tergantung insulin.

  3. Diabetes Mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya.

  4. Diabetes Mellitus gestasional.


Download Selengkapnya plus pathway

Download Asuhan Keperawatan Pada Dengue Haemoragic fever (DHF)


  1. Demam berdarah adalah suatu penyakit arbovirus (arthropool-borne virus) akut ditularkan oleh nyamuk spesies aedes. (Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 2, 1985)

  2. Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk ke dalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypti (betina). (Effendi, Christantie, Perawatan Pasien DHF, 1995).

  3. Demam berdarah adalah penyakit yang terdapat pada anak dan dewasa dan gejala utama demam, nyeri otot dan sendi, yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama (Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I).


Download Plus dengan Pathwaynya

Selasa, 29 November 2011

ASKEP CVA

CVA atau stroke merupakan salah satu manifestasi neurologi yang umum yang timbul secara mendadak sebagai akibat adanya gangguan suplai darah ke otak (Depkes, 1995).

Stroke merupakan gangguan sirkulasi serebral dan merupakan satu gangguan neurologik pokal yang dapat timbul sekunder dari suatu proses patologik pada pembuluh darah serebral misalnya trombosis, embolus, ruptura dinding pembuluh atau penyakit vaskuler dasar, misalnya arterosklerosis arteritis trauma aneurisma dan kelainan perkembangan (Price, 1995).

Download Askep + WOC-nya

 

Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronik (CRF)

Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal yang bersifat persisten dan irreversibel (Mansjoer, 2001).

Gagal ginjal kronik adalah penyakit renal tahap akhir merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel di mana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen dan dalam darah) (Smeltzer Suzzane, 2001).

Gangguan fungsi ginjal adalah penurunan laju filtrasi glomerulus yang dapat digolongkan ringan dan ditegakkan bila konsentrasi ureum plasma meningkat. Uremia adalah sindrom akibat gagal ginjal yang berat gagal ginjal terminal adalah ketidakmampuan renal berfungsi dengan adekuat untuk keperluan tubuh (harus dibantu dialisis atau transplantasi) (Mansjoer, 2001).

Download selengkapnya + Pathway

Gagal jantung Kongsetif

A.  Definisi


Gagal jantung Kongsetif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrient dikarenakan adanya kelainan fungsi jantung yang berakibat jantung gagal memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian tekanan pengisian ventrikel kiri (Braundwald).

Download Selengkapnya + PAthway

ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKHIALIS

 

Definisi

Asma adalah keadaan klinik yang ditandai oleh masa penyempitan bronkus roversibel, dipisahkan oleh masa dimana ventilasi mendekati keadaan normal. Perubahan jaringan pada asma tanpa komplikasi terbatas pada bronkus dan terdiri dari spasme otot polos, oedem mukosa dan hiper sekresi mucus kental (Price, 1995 : 149).

Sedangkan definisi lain asma adalah suatu penyakit dengan cirri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap beberapa rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajat berubah-ubah baik secara spontan maupun sebagai hasil pengobatan.

(Amin, 1993 : 102)

Etiologi

Penyebab asma menurut klasifikasi digolongkan sebagai berikut :

1. Asma imunologik / alergi ekstrinsik

Penderita alergi terhadap beberapa bahan yang dihisap / ditelan.

Misal : debu, bulu binatang, bahan makanan tertentu dan lain-lain.

2. Asma non imunologik / idiopatik intrinsic

Penderita saling mengalami infeksi persistem pada sinus para nasa tonsil / saluran pernafasan bagian atas.

Download selengkapnya + Pathway

Rabu, 23 November 2011

Askep IHD (Ischaemic Heart Disease)

A.    Pengertian IHD (Ischaemic Heart Disease)

Yaitu penyakit jantung iskemik, keadaan berkurangnya pasokan darah pada otot jantung yang menyebabkan nyeri di bagian tengah dada dengan intensitas yang beragam dan dapat menjalar ke lengan serta rahang. Lumen pembuluh darah jantung biasanya menyempit karena plak ateromatosa. Jika pengobatan dengan obat-obatan vasodilator tidak berhasil, operasi bypass perlu dipertimbangkan.

Penyakit jantung iskemik adalah keadaan berbagai etiologi, yang semua mempunyai kesamaan ketidakseimbangan antara suplai dan tuntutan oksigen (Andrew Selwyn/Wugene Braunwald, 2002).

B.     Anatomi Jantung

Jantung terletak dalam mediastinum di rongga dada, yaitu diantara ke-2 paru-paru. Pericardium yang meliputi jantung terdiri dari 2 lapisan, lapisan dalam (pericardium viseralis) dan lapisan luar pericardium parietalis). Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas yang berfungsi mengurangi gesekan pada pompa jantung.

Jantung terdiri dari 3 lapisan: lapisan luar disebut epikardium lapisan tengah merupakan lapisan otot disebut miokardium, sedangkan lapisan terdalam yaitu lapisan endotel disebut endokardium.

Download Askep Selengkapnya disini

Asuhan Keperawatan Hipertensi

 A. Pengertian

Hipertensi adalah tekanan darah persisten di mana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya di atas 90 mmHg (Smeltzer dan Bare, 2002 : 896).

Hipertensi adalah tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya. Mempunyai rentang dari tekanan darah normal tinggi sampai hipertensi maligna (Doengoes, 2000 : 39).

  B. Etiologi

Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua golongan, yaitu :

1.   Hipertensi essensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya disebut juga hipertensi idiopatik. Terdapat sekitar 95 % kasus. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik, lingkungan, hiperaktifitas susunan saraf simpatis, sistem renin angiotensin, defek dalam ekskresi Na, peningkatan Na dan Ca interseluler, dan faktor-faktor yang risiko seperti obesitas, alkohol, merokok.

2.   Hipertensi sekunder atau hipertensi renal, penyebab spesifiknya diketahui seperti penggunaan estrogen, penyakit ginjal, hipertensi vaskuler renal, hipertensi aldosteronisme primer, dan sindrom chusing, feokromositoma, koarkfasio aorta, hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan dan lain-lain. (Mansjoer, Arif dkk, 2001 : 518)

Download Selengkapnya Disini

Selasa, 22 November 2011

ASKEP GASTROENTERITIS AKUT


  1. Definisi

    1. Diare adalah meningkatnya frekuensi buang air besar, konsistensi feses menjadi cair dan perut terasa mules ingin buang air besar. (Arjatmo, Tjokronegoro, 2001)

    2. Gastroenteritis adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang tidak biasa (lebih dari 3 kali sehari, juga perubahan dalam jumlah dan konsistensi (feses cair). (Brunner and Suddart, 2000)

    3. Gastroenteritis adalah inflamasi membran mukosa lambung dan usus halus yang terjadi akibat salah makan, biasanya disebabkan oleh penyebab mikrobiologi. (Cristin Hancock, 1999)

    4. Gastroenteritis adalah frekuensi buang besar lebih dari 4x sehari pada bayi dan lebih dari 3x sehari pada anak dengan konsistensi feces cair/encer berwarna hijau/ dapat pula bercampur lender dan darah atau lender saja. (Ngastiyah, 1997)

    5. Diare adalah suatu gejala klinis dari gangguan saluran pencernaan (usus) yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (berulang-ulang) disertai adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari feses menjadi lembek atau cair. (Bambang Subagyo, 1997)




DOWNLOAD SELENGKAPNYA DISINI

Selasa, 01 November 2011

ASKEP OTITIS MEDIA

A.  Pengertian

Otitis media adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel smatoid.

Otitis media terbagi menjadi 2 yaitu :

1.   Otitis media superatif

  1. Otitis media superatif akut

  2. Otitis media superatif kronis


2.   Otitis media non superatif

a.   Otitis media serosa akut (basotrauma : eerotitis)

b.  Otitis media serosa kronis (glue ear)

(Soepardi, Arsyad, 1998)

Otitis media superatif kronika (OMSK) atau otitis media perforata (OMP) adalah infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul. Sekret

BAB HEMODIALISA

 

Proses dialisis dapat menyebabkan susah buang air besar (sembelit)?
Dalam istilah medis, buang air besar (BAB) dikatakan sulit apabila frekuensinya kurang dari 2X seminggu, disebut juga konstipasi. Penyebabnya dapat berasal dari berbagai keadaan misalnya diet kurang serat, obat-obatan, immobilisasi, abnormalitas struktur saluran cerna, sampai penyakit sistemik (umum) dan usia lanjut. Proses dialisisnya tidak secara langsung menjadi penyebab, tetapi mungkin penyakit gagal ginjal kroniknya yang telah mempengaruhi organ tubuh lain. Bisa juga disebabkan karena diet yang kurang sayur / buah, obat yang dikonsumsi seperti kalsium karbonat, disamping juga jumlah makanan yang dikonsumsi sendiri. Maka untuk mengatasinya cobalah berkonsultasi dengan ahli gizi tim kesehatan yang lain.

Mengapa Tekanan darah selalu tinggi setelah selesai HD?

Hal ini berkaitan dengan fungsi ginjal untuk mengatur tekanan darah, bila tekanan darah turun maka ginjal akan memproduksi renin yang selanjutnya menimbulkan reaksi atau usaha meningkatkan tekanan darah kembali agar kebutuhan tubuh ( yaitu oksigen) tetap terjaga. setelah sekiar jam (4 – 5 jam), cairan banyak keluar dan akibatnya tubuh merasa kekurangan cairan / darah, maka timbullah reaksi diatas. Hal lain yang mungkin terjadi karena saat dialisis, zat atau obat hipertensi ikut terbuang dalam proses dialisis,sehingga dalam hal ini perlu obat tambahan selama dialisis. Maka evaluasi kita sebagai tim kesehatan untuk mencari penyebab tersebut sangatlah penting dan pemberian terapi yang sesuai yang akan diberikan.

Menggigil saat HD, kenapa ya?
Saat proses HD berlangsung ,darah dikeluarkan dari tubuh, lalu masuk ke dalam mesin, kemudian masuk ke tubuh lagi. Ini menyebabkan tubuh berkontak dengan benda asing seperti pipa darah, partikel-partikel kecil bahkan yang sangat kecil dari bahan pembuat pipa dan air pencuci atau dialisat, serta bahan pembersih bila dialiser dipakai ulang. Dalam proses tersebut dapat terjadi sejenis reaksi alergi , yaitu penolakan terhadap benda asing oleh tubuh, sehingga timbulah keluhan menggigil tersebut. Tranfusi darah juga dapat menimbulkan reaksi yang serupa. Reaksi dapat juga timbul pada pemakaian dialiser pertama (baru), oleh karena itu perlu diperiksa faktor2 tersebut dan pemberian obat sesuai penyebabnya
Setelah hemodialisis, tulang bisa keropos, bagaimana cara menghindarinya?

Pada Gagal Ginjal Kronik (GGK) dengan fungsi ginjal kurang dari 30%, bisa mengakibatkan pengeluaran fosfat berkurang, sehingga menumpuk di tubuh penderita dan pembentukan hormon atau vitamin D yang aktif juga berkurang.Kekurangan vitamin D ini selanjutnya akan menyebabkan absorpsi/penyerapan kalsium dari usus berkurang, sehingga kadar ion kalsium di dalam darah juga akan berkurang dan pembentukan tulang (mineralisasi ) menjadi terganggu yang akan menyebabkan tulang menjadi rapuh.Selanjutnya penumpukan fosfat dan kadar kalsium darah yang menjadi rendah, dan akan merangsang kelenjar paratiroid mengeluarkan hormon paratiroidnya, yang akan memicu de-mineralisasi tulang (keluarnya/terkikisnya kalsium dari tulang) sehingga kalsium akan masuk kedalam darah yang kekurangan kalsium. Akibatnya tulang menjadi rapuh.

Berapa nilai Hb yang dianjurkan?

Untuk penderita GGK, diharapkan target Hb adalah antara 11-12 g/dl. Pemeriksaan Hb harus tetap dilakukan 1 bulan sekali, karena bagaimanapun juga kemampuan ginjal untuk menghasilkan hormon erythropoiein sudah berkurang maka harus selalu dimonitor nilainya. Untuk menjaga Hb tersebut, selain menggunakan hormon eritropoeitin (untuk maintenance atau menaikkan Hb), harus pula tetap mengkonsumsi vitamin yang mengandung Fe, asam folat dan B12.

 

Selasa, 15 Maret 2011

PNEUMONIA

PENGERTIAN

Pneumonia adalah radang paru-paru yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam, seperti bakteri, virus, jamur, dan benda-benda asing.

 

KLASIFIKASI

Berdasarkan anatomiknya, pneumonia dibagi atas pneumonia lobaris, pneumonia lobularis (bronchopneumonia) dan pneumonia interstitial (bronchitis).

Berdasarkan etiologinya, dibagi atas;

  1. Bakteri



  • Pneumokok, merupakan penyebab utama pneumonia. Pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh pneumokok serotipe 1 samapi dengan 8. Sedangkan pada anak-anak serotipe 14, 1, 6, dan 9. Inseiden meningkat pada usia lebih kecil 4 tahun dan menurun dengan meningkatnya umur.

  • Steptokokus, sering merupakan komplikasi dari penyakit virus lain, seperti morbili dan varisela atau komplikasi penyakit kuman lainnya seperti pertusis, pneumonia oleh pnemokokus.

  • Basil gram negatif seperti Hemiphilus influensa, Pneumokokus aureginosa, Tubberculosa.

  • Streptokokus, lebih banyak pada anak-anak dan bersifat progresif, resisten terhadap pengobatan dan sering menimbulkan komplikasi seperti; abses paru, empiema, tension pneumotoraks.


 

  1. Virus



  • Virus respiratory syncytial, virus influensa, virus adeno, virus sistomegalik.


 

  1. Aspirasi

  2. Pneumonia hipostatik



  • Penyakit ini disebabkan tidur terlentang terlalu lama.



  1. Jamur

  2. Sindroma Loeffler.


 

GEJALA KLINIK

Bronchopneumoni biasanya didahului oleh infeksi traktus respiratorius bagian atas selama beberapa hari. Suhu dapat naik mendadak sampai 30 - 40 ° C.dan mungkin disertai kejang karena demam yang tinggi. Anak sangat gelisah, sesak dan sianosis sekunder hidung dan mulut, pernapasan cuping hidung merupakan trias gejala patognomik. Kadang-kadang disertai muntah dan diare. Batuk mula-mula kering kemudian jadi produktif.

 

PEMERIKSAAN FISIK

Pada stadium awal sukar dibuat diagnosa dengan pemeriksaan fisik. Tapi dengan adanya napas cepat dan dangkal, pernapasan cuping hidung, serta sianosis sekitar hidung dan mulut. Harus dipikirkan kemungkinan pneumonia. Hasil pemeriksaan fisik tergantung dari pada luas daerah yang terkena. Pada perkusi toraks sering tidak ditemukan kelainan. Pada auskultasi suara napas vesikuler dan lemah. Terdapat ronchi basah halus dan nyaring. Jika sering bronchopneumonia menjadi satu (confluens) mungkin pada perkusi terdengar keredupan dan suara napas mengeras.

 

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Secara laboratorik ditemukan lekositosis, biasanya 15.000 - 40.000 / m3 dengan pergeseran ke kiri. LED meninggi. Pengambilan sekret secara broncoskopi dan fungsi paru-paru untuk preparat langsung; biakan dan test resistensi dapat menentukan / mencari etiologinya. Tetapi cara ini tidak rutin dilakukan karena sukar. Pada punksi misalnya dapat terjadi salah tusuk dan memasukkan kuman dari luar. Foto rontgen dilakukan untuk melihat :

  • Komplikasi seperti empiema, atelektasis, perikarditis, pleuritis, dan OMA.

  • Luas daerah paru yang terkena.

  • Evaluasi pengobatan


Pada bronchopnemonia bercak-bercak infiltrat ditemukan pada salah satu atau beberapa lobur.

 

PENGOBATAN

  1. Bila dispnea berat berikan Oksigen

  2. IVFD ; cairan DG 10 % atau caiara 24 Kcl, Glukosa 10 % tetesan dibagi rata dalam 24 jam.

  3. Pengobatan: Penicilin Prokain 50.000 unit / kg BB / hari dan Kloramfenikol 75 mg / kg BB/ hari dibagi dalam 4 dosis.


 

PROGNOSIS

Dengan menggunakan antibiotika yang tepat dan cukup, mortalitas dapat diturunkan sampai kurang dari 1 %.

Sabtu, 26 Februari 2011

Asuhan keperawatan AIDS ( Acquired Immune Deficiency Virus Syndrome )

A. Pengertian

Dalam bahasa Indonesia, AIDS ( Acquired Immune Deficiency Virus Syndrome ) dapat  dialihkatakan sebagai sindrom cacat kekebalan tubuh dapatan.

Acquired   : didapat

Immune     : system kekebalan tubuh

Syndrome  : Kumpulan gejala penyakit