Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Medikal Bedah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Medikal Bedah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

Asuhan Keperawatan Pada Gagal Ginjal Kronik (GGK)


  1. Pengertian


Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit ginjal yang tidak dapat pulih ditandai dengan penurunan fungsi ginjal progresif, mengarah pada penyakit ginjal tahap akhir dan kematian.

(Tucker,S M, 1998:583)

  1. Etiologi


Penyebab dari Gagal Ginjal Kronik antara lain:


    1. Nefropati diabetik

    2. Hipertensi ( nefrosklerosis )

    3. Glomerulonefritis

    4. Penyakit ginjal herediter

    5. Penyakit polikistik ginjal

    6. Gagal ginjal akut tak teratasi

    7. Uropati obstruktif

    8. Nefritis interstisial

    9. Penyakit metabolik Misal: diabetes melitus, gout, amilodosis

    10. Pielonefritis kronik

    11. Sistemik lupus eritematosus ( SLE )



Download Askepnya Disini

Download Pathwaynya Disini

Sabtu, 10 Desember 2011

Nekrosis


  • Definisi


Nekrosis adalah kematian sel

  • Penyebab



  1. Iskemia : kekurangan oksigen, metabolik lain

  2. Infektif : bakteri, virus, dll

  3. Fisiko-kimia : panas, sinas X, asam, dll



  • Terdapat 2 tipe :



  1. Nekrosis koagulatif


Disebabkan oleh denaturasi protein sekular yang menimbulkan massa padar, menetap berhari-hari/berminggu-minggu à larut dan dikeluarkan dari lisis enzimatik.

Tipe ini ditemukan setelah kehilangan pasokan darajh, contoh pada infark

  1. Nekrosis kolikuatif


Terjadi pelaritan yang cepat dari sel yang mati. Terutama terjadi pada susunan saraf pusat.

à pemecahan mielin à perlunakan otak

à likuefaksi, contoh: setelah sumbatan vaskular

  • Penyebab Nekrosis



  1. Iskhemi


Iskhemi dapat terjadi karena perbekalan (supply) oksigen dan makanan untuk suatu alat tubuh terputus. Iskhemi terjadi pada infak, yaitu kematian jaringan akibat penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan dapat terjadi akibat pembentukan trombus. Penyumbatan mengakibatkan anoxia. Nekrosis terutama terjadi apabila daerah yang terkena tidak mendapat pertolongan sirkulasi kolateral. Nekrosis lebih mudah terjadi pada jaringan-jaringan yang bersifat rentan terhadap anoxia. Jaringan yang sangat rentan terhadap anoxia ialah otak.

  1. Agens biologik


Toksin bakteri dapat mengakibatkan kerusakan dinding pembuluh darah dan trombosis. Toksin ini biasanya berasal dari bakteri-bakteri yang virulen, baik endo maupun eksotoksin. Bila toksin kurang keras, biasanya hanya mengakibatkan radang. Virus dan parasit dapat mengeluarkan berbagai enzim dan toksin, yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi jaringan, sehingga timbul nekrosis.

  1. Agens kimia


Dapat eksogen maupun endogen. Meskipun zat kimia merupakan juga merupakan juga zat yang biasa terdapat pada tubuh, seperti natrium dan glukose, tapi kalau konsentrasinya tinggi dapat menimbulkan nekrosis akibat gangguan keseimbangan kosmotik sel. Beberapa zat tertentu dalam konsentrasi yang rendah sudah dapat merupakan racun dan mematikan sel, sedang yang lain baru menimbulkan kerusakan jaringan bila konsentrasinya tinggi.

  1. Agens fisik


Trauma, suhu yang sangat ekstrem, baik panas maupun dingin, tenaga listrik, cahaya matahari, tenaga radiasi. Kerusakan sel dapat terjadi karena timbul kerusakan potoplasma akibat ionisasi atau tenaga fisik, sehingga timbul kekacauan tata kimia potoplasma dan inti.

  1. Kerentanan (hypersensitivity)


Kerentanan jaringan dapat timbul spontan atau secara didapat (acquired) dan menimbulkan reaksi imunologik. Pada seseorang bersensitif terhadap obat-obatan sulfa dapat timbul nekrosis pada epitel tubulus ginjal apabila ia makan obat-obatan sulfa. Juga dapat timbul nekrosis pada pembuluh-pembuluh darah. Dalam imunologi dikenal reaksi Schwartzman dan reaksi Arthus.

Selasa, 06 Desember 2011

Gangren



  • Definisi:


Kematian dari jaringan sebagai suatu massa, seringkali dengan pembusukan.

  • Tipe gangren :



  1. Gangren kering


Disebabkan iskemia tanpa adanya edema atau infeksi makroskopik. Biasanya pada anggota gerak, mengalami mumifikasi, terdapat garis demarkasi. Biasanya setelah sumbatan arterial secara berangsur-angsur.

  1. Gangren basah


Membusuk dan membengkak, organ atau anggota gerak. Setelah sumbatan arterial atau kadang vena, sering dipersulit oleh infeksi, seringkali infeksi saprofitik. Sering pada strangulasi usus. Juga infeksi anggota gerak dari gangren yang sebelumnya kering.

  • Penyebab:



  1. Vaskular: ateroma, aneurisma, trombosis, keracunan ergot, tumor, pembalutan, torniket, ligasi, strangulasi, hematoma, embolisme.

  2. Traumatik: cedera crushing dengan kekurangan pasikan darah, ulkus dekubitus, dll.

  3. Fisiko-kimiawi: panas, dingin, asam, alkali, sinar X dll.

  4. Infektif: piogenik akut (karbunkel), infeksi berat dengan trombosis vaskuler (apendiks gangrenosa), infeksi klostridia (gas gangren)

  5. Penyakit saraf: siringomielia, dan tabesdorsalis ulkus tropik (kaitan dengan kehilangan saraf sensorik)



  • Efek gangren:



  1. Setempat


-          Nekrosis jaringan, sering disertai nyeri

-          Ulserasi

-          Infeksi dan supurasi

-          Kehilangan fungsi

-          Perforasi dari visera berongga, contoh usus gangrenosa dengan peritonitis

  1. Umum


Absorpsi produk pemecahan jaringan dan infeksi à efeksistemik serius à kematian

  • Gangren gas


Etiologi: spora anaerob yang membawa klostridia, khususnya Clostridia perfringens (welchii).

Kamis, 01 Desember 2011

Asuhan Keperawatan Pada Tumor Gaster

Tumor gaster terdiri atas tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak dibagi atas tumor jinak epitel (benigna epithelial tumor) dan tumor jinak non epitel. Neoplasma jaringan ikat yang banyak ditemukan adalah tumor otot polos. Perangai tumor ini sulit diramalkan, dan sulit dibedakan antara tumor ganas dan jinak berdasarkan kriteria histologis. Salah satu gambaran yang mengarah ke jinak ialah ukurannya yang kecil, berkapsul, aktivitas mitolik yang rendah dan tidak ditemukan nekrosis (Underwood, 2000 : 439). Sedangkan menurut Sjamsuhidayat (2005 : 555) tumor jinak yang tersering ditemukan adalah polip dan leiomioma yang dapat membentuk adenomatosa hiperplastik, atau fibroid. Leiomioma yang merupakan tumor jinak otot polos lambung tidak bersimpai sehingga sulit dibedakan dari bentuk yang ganas (leiomiosarkoma) gambaran klinis dapat terjadi pada semua kelompok umur dan umumnya tumor ini tidak memberikan gejala klinis, kalaupun ada hanya berupa nyeri yang tidak sembuh dengan antasid. Pemeriksaan fisik tidak menemukan sesuatu kelainan, bila ditemukan kelainan perlu dipikirkan adanya karsinoma.

Download selengkapnya disini.

Selasa, 29 November 2011

Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronik (CRF)

Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal yang bersifat persisten dan irreversibel (Mansjoer, 2001).

Gagal ginjal kronik adalah penyakit renal tahap akhir merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel di mana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen dan dalam darah) (Smeltzer Suzzane, 2001).

Gangguan fungsi ginjal adalah penurunan laju filtrasi glomerulus yang dapat digolongkan ringan dan ditegakkan bila konsentrasi ureum plasma meningkat. Uremia adalah sindrom akibat gagal ginjal yang berat gagal ginjal terminal adalah ketidakmampuan renal berfungsi dengan adekuat untuk keperluan tubuh (harus dibantu dialisis atau transplantasi) (Mansjoer, 2001).

Download selengkapnya + Pathway

Senin, 28 November 2011

ASUHAN KEPERAWATAN STROKE

Pengertian

  1. Stroke adalah penyakit gangguan fungsional otak fokal maupun global akut dengan gejala dan tanda sesuai bagian otak yang terkena, yang sebelumnya tanpa peringatan, dan yang dapat sembuh sempurna, sembuh dengan cacat atau kematian, akibat gangguan aliran darah ke otak karena perdarahan ataupun non perdarahan (Junaidi Iskandar, 2002)

  2. Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresi cepat, berupa defisit neurologis fokal dan atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian, dan semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatic (Kapita Selekta Kedokteran, 2000)


DOWNLOAD SELENGKAPNYA DISINI

Rabu, 23 November 2011

Askep Fraktur Post Orif

A. Definisi
1. Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, kebanyakan fraktur akibat trauma, beberapa fraktur sekunder terhadap proses penyakit seperti osteoporosis yang menyebabkan fraktur patologis. (Arief Mansjoer, 2000)
2. Fraktur adalah setiap patah atau retak pada tulang yang utuh (Charless J Meeves, 2001).

B. Etiologi
Tulang bersifat relatif rapuh namun cukup mempunyai kekuatan dan gaya pegas untuk menahan tekanan dan fraktur dapat terjadi karena:
1. Trauma
Sebagian fraktur terjadi karena kekuatan yang tiba-tiba dan berlebih yang dapat berupa pemukulan, penghancuran, penekanan, pemuntiran/penarikan. Bila terjadi kekuatan langsung tulang bisa patah pada tempat yang terkena, jaringan lemak juga pasti rusak.
a. Pemukulan
Menyebabkan fraktur melintang dan kerusakan pada kulit.
b. Penghancuran
Menyebabkan fraktur komunitif disertai kerusakan jaringan lemak yang luas. Bila terkena kekuatan tak langsung dapat mengalami fraktur pada tempat yang jauh dari tempat yang terkena kerusakan jaringan lemak ditempat fraktur mungkin tidak ada.
2. Kelelahan/tekanan berulang-ulang
Retak dapat terjadi pada tulang, misal: pada logam/benda lain akibat tekanan berulang-ulang. Keadaan ini dapat terjadi pada tibia/fibula, radius/ ulna. Biasanya pada olahragawan/atlit (bola volley, senam, bola basket).

Download Selengkapnya disini

Askep Nefrolitiasis

A. Definisi

Menurut Sjamsuhidrajat R, IW (2004) neprolitiasis adalah batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis). Sedangkan menurut Purnomo BB (2003) nefrolitiasis suatu penyakit yang salah satunya gejalanya adalah pembentukan batu dalam ginjal.

 B. Etiologi

Menurut Suyono, S., et.al (2001) menyebutkan beberapa penyebab nefrolitiasis adalah

  1. Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu

  2. Air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal. Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium, sisanya mengandung berbagai bahan, termasuk asam urat, sistin dan mineral struvit.


Download Askep Selengkapnya

Selasa, 22 November 2011

ASKEP GASTROENTERITIS AKUT


  1. Definisi

    1. Diare adalah meningkatnya frekuensi buang air besar, konsistensi feses menjadi cair dan perut terasa mules ingin buang air besar. (Arjatmo, Tjokronegoro, 2001)

    2. Gastroenteritis adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang tidak biasa (lebih dari 3 kali sehari, juga perubahan dalam jumlah dan konsistensi (feses cair). (Brunner and Suddart, 2000)

    3. Gastroenteritis adalah inflamasi membran mukosa lambung dan usus halus yang terjadi akibat salah makan, biasanya disebabkan oleh penyebab mikrobiologi. (Cristin Hancock, 1999)

    4. Gastroenteritis adalah frekuensi buang besar lebih dari 4x sehari pada bayi dan lebih dari 3x sehari pada anak dengan konsistensi feces cair/encer berwarna hijau/ dapat pula bercampur lender dan darah atau lender saja. (Ngastiyah, 1997)

    5. Diare adalah suatu gejala klinis dari gangguan saluran pencernaan (usus) yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (berulang-ulang) disertai adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari feses menjadi lembek atau cair. (Bambang Subagyo, 1997)




DOWNLOAD SELENGKAPNYA DISINI

ASKEP DISFUNGSI UTERINE BLEDDING (DUB)

Pengertian

Adalah perdarahan normal yang dapat terjadi di dalam siklus maupun di luar siklus menstruasi, karena gangguan fungsi mekanisme pengaturan hormone (ovum – indung telur – rahim) tanpa kelainan organ.

Gejala

Perdarahan rahim yang dapat terjadi tiap saat dalam siklus menstruasi. Jumlah perdarahan bisa sedikit-sedikit dan terus menerus atau banyak dan berulang. Kejadian sering pada manarke atau masa pre-menopause.

Faktor Penyebab

Sampai saat ini penyebab belum diketahui secara pasti, beberapa kondisi yang dilakukan dengan perdarahan rahim disitu , antara lain :

  1. Kegemukan

  2. Faktor kejiwaan

  3. Alat kontrasepsi hormonal

  4. Alat kontrasepsi dalam rahim (intra uterine diyices)

  5. Beberapa penyakit seperti :




    1. Trombositopenia, kencing manis

    2. Tumor organ reproduksi, kista ovarium, infeksi vagina.



 DOWNLOAD ASKEP DISFUNGSI UTERINE BLEDDING SELENGKAPNYA DISINI (klick pada link diatas )


Rabu, 09 November 2011

Asuhan Keperawatan (ASKEP) Apendiktomi

A.  Konsep Dasar

1.    Pengertian

Appendiks adalah ujung seperti jari-jari yang kecil panjangnya kira-kira 10 cm (4 inchi), melekat pada sekum tepat di bawah katup ileosekal (Smeltzer, Suzanne, C., 2001).

Appendisitis adalah peradangan dari appendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. Penyakit ini dapat mengenai semua umur baik laki-laki maupun perempuan, tetapi lebih sering menyerang laki-laki berusia antara 10 sampai 30 tahun (Mansjoer, 2000).

Selasa, 01 November 2011

Tanya Jawab Hemothorak


  1. Bagaimana proses terjadinya hemothorak?jelaskan scara singkat


Jawab : hemothorax adl adanya darah yang masuk dalm rongga thorak,kebanyakan hal ini terjadi karena trauma yg menyebabkan ruda paksa,dmn krn ruda paksa yg mengenai thorak kn menyebabkan terjadinya robekan PD di intercostal, PD jar. Paru2, shg terjadi perdarahan didaerah jaringan interstitium, intraalvoeler diikuti kolaps kapiler kecil2 yang menyebabkan atelektasis paru.

2. Mengapa bisa terjadi anemia?

Jawab : sudah jelas bahwa hemothorak itu adanya darah dlm thorak, biasanya krn trauma.Apabila perdarahan tsb terus menerus & tdk cpat mendpat penanganan yg tepat, maka aliran darah ke paru2 menurun, tekanan perifer paru meningkat, kebutuhan dalam paru2 meningkat namun tdk dapat dipenuhi secara optimal. Di dlam darah banyak komponen yg berperan salah satunya Hb, jika perdarahan terus menerus, HB kn ikut keluar bersama darah2 tsb, shgg komponen Hb menurun èanemia

3. Apakh bisa terjadi komplikasi?

Jawab : bisa, slah 1 contohnya Pneumothorak ( adanya udara di dalam rongga pleura ), hal ini terjadi apabila trauma mengenai rongga pleura, tekanan intrapleural negatif shg udara bisa masuk bebas yg menyebabkan paru2 kolaps

4. Knp bisa terjadi nadi cepat / lemah?

Jawab : nadi cpat / lemah itu merupakan tanda usaha jantung yg bekerja untuk memenuhi kebutuhan darah di paru2, apabila perdarahan dlm jmlh banyak secara otomatis kebutuhan O2 darah juga banyak, maka jantung kn memompa darah dengan cpt shgga nadi cepat. Nadi lemah itu terjadi apabila kebutuhan darah diparu2 sangat banyak tapi kerja jantung menurun krn mengalami g3uan penurunan curah jantung.

5. Kapan seseorang itu diperlukan pemasangan selang dada pada kasus hemothorak?

Jawab : selang dada digunakan sebagai drain untuk udara / cairan, biasanya dilakukan hemothorak sedang ( darah 300-800 cc yang keluar ), krn dlm keadaan tsb tekanan pleura meningkat terus mendesak paru2 yang menyebabkan pertukaran gas berkurang èsesak napas yg progresif

6. Mengapa mengambil dx keperawatn yg utama ketidak efektifan pola napas bukan pertukaran gas?

Jawab : keidak efektifan pola nafas adalah keadaan ketika seseorang individu mengalami kehilangan ventilasi yang aktual atau potensial yang berhubungan dengan perubahan pola bernafas. Disini sudah jelas bahwa hemotorak mengenai organ pernafasan yaitu paru2, dmn paru2 mengalami penurunan ekspansi, saat bernafas paru2 tdk bekerja secara optimal,secara otomatis untuk memnuhi kebutuhan udara kerja paru2 meningkat. Pertukaran gas adl keadaan ketika seorang individu mengalami penurunan jalannya gas ( O2 dan CO2 ) yang aktual ( atau dapat mengalami potensial ) antara alveoli paru2 pada sistem vaskulaer jd bukan oragannya yang mengalami g3uan.

7. Apakah ada komplikasi pada pemasangan selang dada?

Jawab : ada, slah satunya Tension Pneumothorak, itu terjadi karena sumbatan pada selang dada. Dalam pemasangan selang tsb harus benar2 diperhatikan keluarnya darah / udara yang keluar dari thorak, pada umumnya stelah operasi dlm 24 jam pertama perdarah mencapai 500-800 cc, jika perdarahan dlm 1 jm melebihi 3cc/kg/jam, maka harus dilakukan Torakotomi.

8. Kapan pemasangan selang tsb dinyatakan berhasil?

Jawab : apabila

a. Paru sudah mengembang penuh pada pemeriksaan fisik dan radiologi

b. Darah cairan tidak keluar dari WSD / Bullow drainage.

c. Tidak ada darah/pus/udara dari selang WSD

9. Intervensi keperawatan yg utama pada Dx utama apa saja?

Jawab :

Identifikasi etiologi /factor pencetus, contoh kolaps spontan, trauma, infeksi, komplikasi ventilasi mekanik.  Evaluasi fungsi pernapasan, catat kecepatan/pernapasan serak, dispnea, terjadinya sianosis,   perubahan tanda vital. Awasi kesesuaian pola pernapasan bila menggunakan ventilasi mekanik dan catat perubahan   tekanan udara. Auskultasi bunyi napas. Catat pengembangan dada dan posisi trahea. Kaji fremitus. Kaji adanya area nyeri tekan bila batuk, napas dalam. Pertahankan posisi nyaman (peninggian kepala tempat tidur).

10. Jelaskan mengapa bisa terjadi sianosis pada hemotorak?

Jawab : sianosis ( warna kebiruan pada jaringan kulit ) adalah kadar O2 dijaringan yg menurun, dmn kasus ini sudah jelas bahwa hemothorak adalah keluarnya darah dlm rongga thorak, dmn dlm darah banyak terdapat komponen2 spt Hb dan O2,jika terjadi perdarahan terus menerus makan darah banyak yg keluar & O2 pun juga banyak yg ikut keluar, ditambah lagi organ pernafasannya yg kerjanya tidak optimal untuk memenuhi, hal ini bisa menyebabkan sianosis pada jaringan kulit.

Selasa, 15 Maret 2011

ASUHAN KEPERAWATAN VESIKOLITHIASIS


  1. Pengertian


Batu perkemihan dapat timbul pada berbagai tingkat dari sistem perkemihan (ginjal, ureter, kandung kemih), tetapi yang paling sering ditemukan ada di dalam ginjal (Long, 1996:322).

Sabtu, 26 Februari 2011

Asuhan Keperawatan Hidrosefalus

DEFINISI

Hidrosefalus adalah akumulasi CSS dalam ventrikel serebral , ruang subarachnoid atau ruang subdural ( Suradi , 2001).

Suatu keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya CSS dengan atau pernah dengan TIK yang meninggi , sehingga terdapat pelebaran ruang tempat mengalirnya CSS ( Ngastiyah , 1997 ).

Hidrosefalus dicirikan dengan peningkatan abnormal volume CSS didalam rongga intrakranial dan pembesaran kepala pada masa bayi. Tekanan akibat volume yang meningkat dapat merusak jaringan otak.

Rabu, 23 Februari 2011

ASUHAN KEPERAWATAN MENINGITIS

Defenisi

Meningitis adalah radang dari selaput otak (arachnoid dan piamater). Bakteri dan virus merupakan penyebab utama dari meningitis.

Patofisiologi

Otak dilapisi oleh tiga lapisan, yaitu : duramater, arachnoid, dan piamater. Cairan otak dihasilkan di dalam pleksus choroid ventrikel bergerak / mengalir melalui sub arachnoid dalam sistem ventrikuler dan seluruh otak dan sumsum tulang belakang, direabsorbsi melalui villi arachnoid yang berstruktur seperti jari-jari di dalam lapisan subarachnoid.

Sabtu, 19 Februari 2011

Kista Periapikal

Definisi

Kista adalah rongga patologis yang biasanya berdinding jaringan ikat dan berisi cairan kental atau semi likuid, dapat berada dalam jaringan lunak ataupun keras seperti tulang. Rongga kista di dalam rongga mulut selalu dibatasi epitel.

Kista periapikal adalah kista yang terbentuk pada ujung apeks (akar) gigi yang jaringan pulpanya sudah nonvital/mati. Kista ini merupakan lanjutan dari pulpitis (peradangan pulpa). Dapat terjadi di ujung gigi manapun, dan dapat terjadi pada semua umur. Ukurannya berkisar antara 0.5-2 cm, tapi bisa juga lebih. Bila kista mencapai ukuran diameter yang besar, ia dapat menyebabkan wajah menjadi tidak simetri karena adanya benjolan dan bahkan dapat menyebabkan parestesi () karena tertekannya syaraf oleh kista tersebut.

Senin, 14 Februari 2011

FRAKTUR TERBUKA FIBULA (ASKEP)



http://indokeperawatan.wordpress.com/?p=234

A.  Pengertian

Menurut Bare and Smeltzer (2001 : 2357) fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Menurut Price and Wilson (1995 : 183) fraktur adalah patah tulang yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik.

Menurut Doengoes (2000 : 761) fraktur adalah pemisahan atau patahnya tulang yang dapat diklasifikasikan lebih dari seratus lima puluh faktur dan lima yang utama adalah sebagai berikut :

FRAKTUR FEMUR (Askep)

http://indokeperawatan.wordpress.com/

A.  Pengertian

Menurut Bare and Smeltzer (2001 : 2357) fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Menurut Price and Wilson (1995 : 183) fraktur adalah patah tulang yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik.

Menurut Doengoes (2000 : 761) fraktur adalah pemisahan atau patahnya tulang yang dapat diklasifikasikan lebih dari seratus lima puluh faktur dan lima yang utama adalah sebagai berikut :

TUMOR GASTER (ASKEP)

Pengertian

Tumor gaster terdiri atas tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak dibagi atas tumor jinak epitel (benigna epithelial tumor) dan tumor jinak non epitel. Neoplasma jaringan ikat yang banyak ditemukan adalah tumor otot polos. Perangai tumor ini sulit diramalkan, dan sulit dibedakan antara tumor ganas dan jinak berdasarkan kriteria histologis. Salah satu gambaran yang mengarah ke jinak ialah ukurannya yang kecil, berkapsul, aktivitas mitolik yang rendah dan tidak ditemukan nekrosis (Underwood, 2000 : 439). Sedangkan menurut Sjamsuhidayat (2005 : 555) tumor jinak yang tersering ditemukan adalah polip dan leiomioma yang dapat membentuk adenomatosa hiperplastik, atau fibroid. Leiomioma yang merupakan tumor jinak otot polos lambung tidak bersimpai sehingga sulit dibedakan dari bentuk yang ganas (leiomiosarkoma) gambaran klinis dapat terjadi pada semua kelompok umur dan umumnya tumor ini tidak memberikan gejala klinis, kalaupun ada hanya berupa nyeri yang tidak sembuh dengan antasid. Pemeriksaan fisik tidak menemukan sesuatu kelainan, bila ditemukan kelainan perlu dipikirkan adanya karsinoma.

GAGAL GINJAL KRONIK



A.  Pengertian

Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal yang bersifat persisten dan irreversibel (Mansjoer, 2001).

Gagal ginjal kronik adalah penyakit renal tahap akhir merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel di mana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen dan dalam darah) (Smeltzer Suzzane, 2001).

Gangguan fungsi ginjal adalah penurunan laju filtrasi glomerulus yang dapat digolongkan ringan dan ditegakkan bila konsentrasi ureum plasma meningkat. Uremia adalah sindrom akibat gagal ginjal yang berat gagal ginjal terminal adalah ketidakmampuan renal berfungsi dengan adekuat untuk keperluan tubuh (harus dibantu dialisis atau transplantasi) (Mansjoer, 2001).