Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

EDEMA

Merupakan penumpukan cairan ekstra selular yang berlebihan dalam jaringan.

Transudat : massa jenis < 1,020

Eksudat     : massa jenis > 1,020

-          Penyebab edema

  1. Peningkatan dan tekanan vena: cairan keluar dari pembuluh darah ke ruang ekstraselular.




    1. Sistemik:



Kegagalan jantung


    1. Lokal:



Obstruksi mekanik terhadap drainase

Contoh: uterus gravid menekan vena

  1. Penurunan tekanan osmotik darah


Edema: jika protein plasma menurun < 40 gr/l.

Penyebab penurunan protein:


    1. Asupan yang tidak cukup



Contoh: edema kelaparan, sindroma malabso


    1. Haluaran yang berlebihan



Contoh:

-          Penyakit ginjal dengan albuminuria: sindroma nefrotik

-          Keluarnya protein pada luka bakar berat


    1. Produksi yang kurang



Contoh: penyakit hepar berat dengan defisiensi sintesis proteion.

  1. Peningkatan permeabilitas kapiler


Menyebabkan kelebihan cairan dan protein plasma untuk masuk ke dalam jaringan.


    1. Sistemik:



Produk bakterial dan bahan kimia ß anaksia yang berkaitan dengan kegagalan jantung.


    1. Lokal:



Cedera setempat dari pembuluh darah oleh luka bakar, bahan kimia dan infeksi.

  1. Peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular


Kelebihan ion natrium dalam cairan ekstraselular menahan air à edema

Penyebab:

  1. Kegagalan jantung

  2. Kegagalan ginjal

  3. Asupan diet natrium yang berlebihan

  4. Obstruksi limfatik


Mencegah drainase cairan jaringan, jika menetap à limfedema. Jika berat à elefantiasis.

Penyebab:

  1. Kongenintal

  2. Parasitik: infeksi filaria

  3. Pembentukan parut: fibrosis setelah infeksi: limfogranuloma venerium

  4. Pembedahan: setelah pengeluaran limfenodul inguinal atau aksilar. Contoh: pada karsinoma payudara

  5. Keganasan: blokade oleh sel tumor


-          Tipe Klinik

2 tipe paling sering dari edema generalisata adalah:

  1. Edema jantung


Faktor utama:

  1. Peningkatan tekanan hidrostatik dalam vena

  2. Anoksia stagnasi dengan peningkatan permeabilitas vaskular

  3. Retensi ion natrium dengan peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular

  4. Edema ginjal


Faktor yang terlibat:

  1. Penurunan protein plasma à menurunkan tekanan osmotik plasma (oleh karena albumenuria)


Contoh: sindroma nefrotik

  1. Peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular, disebabkan gangguan elektrolit.


Contoh: kegagalan ginjal akut

  1. Peningkatan permeabilitas kapiler


Merupakan suatu faktor pada edema glomerulonefritis akut

  1. Tumpang tindih dengan edema jantung


Kegagalan jantung yang berkaitan dengan hipertensi sebagai akibat sekunder penyakit ginjal.

Efek edema:

Edema serebral à peningkatan tekanan intraranial, koma, bahkan kematian.

Edema paru à pergeseran udara oleh cairan dalam alveoli à menghambat pertukaran gas dispnu dan sianosis.

Kongesti

Kongesti atau hiperemia adalah peningkatan jumlah darah dalam jaringan

-          Kongesti aktif

Merupakan dilatasi arterial dan kapiler

Terjadi pada latihan dan pada peradangan.

-          Kongesti venosa pasif

Merupakan stasis vena

Dapat akut atau kronik, setempat atau U.

  1. Kongesti venosa akut pasif


Organ/jaringan merah tua, berisi penuh dengan darah.

  1. Setempat:


Karena abstruksi mendadak dari aliran balik vena (venous return)

Contoh: trombosis vena

  1. Umum:


Kegagalan jantung akut

Asfiksia

  1. Kongesti venosa kronik pasif

    1. Setempat:




Disebabkan obstruksi vena yang lama dengan atau tanpa trombosis. Terjadi karena pembesaran lomfonodul, tumor, massa lain yang menekan vena.

 

  1. Umum:


Pada kegagalan jantung kronik.

-          Perubahan organ pada kongesti venosa pasif:

Kongesti ringan à hiperemia

Lebih berat atau lama à anoksia jariangan à degenerasi parenkimal

  1. Paru


Pada kegagalan jantung kiri kronik dan obstruksi mitral. Paru: padat, coklat dan fibrosa.

  1. Hepar


Pada kegagalan jantung kanan

  1. Dini: kongesti berat pada hepar

  2. Kemudian: kerusakan sel hepar

  3. Lanjut: nekrosis dan fibrosis

  4. Lien


Dini : sedikit membesar

Selanjutnya: membesar secara makroskopis disertai fibrosis

  1. Ginjal


Agak membesar, merah tua

Mikroskopis; glomeruli sangat membengkak

  1. Organ lain


Usus, lambung dan visera lain: pembengkakan dan darah.

Anggota gerak: khususnya tungkak mengandung darah berlebihan, sering dan edema.

-          Akibat kongesti vena yang lama

  1. Pembesaran akibat pembengkakan

  2. Anoksia stragnasi dengan degenerasi sel parenkimal dan peningkatan fibrosis

  3. Edema

Selasa, 06 Desember 2011

Gangren



  • Definisi:


Kematian dari jaringan sebagai suatu massa, seringkali dengan pembusukan.

  • Tipe gangren :



  1. Gangren kering


Disebabkan iskemia tanpa adanya edema atau infeksi makroskopik. Biasanya pada anggota gerak, mengalami mumifikasi, terdapat garis demarkasi. Biasanya setelah sumbatan arterial secara berangsur-angsur.

  1. Gangren basah


Membusuk dan membengkak, organ atau anggota gerak. Setelah sumbatan arterial atau kadang vena, sering dipersulit oleh infeksi, seringkali infeksi saprofitik. Sering pada strangulasi usus. Juga infeksi anggota gerak dari gangren yang sebelumnya kering.

  • Penyebab:



  1. Vaskular: ateroma, aneurisma, trombosis, keracunan ergot, tumor, pembalutan, torniket, ligasi, strangulasi, hematoma, embolisme.

  2. Traumatik: cedera crushing dengan kekurangan pasikan darah, ulkus dekubitus, dll.

  3. Fisiko-kimiawi: panas, dingin, asam, alkali, sinar X dll.

  4. Infektif: piogenik akut (karbunkel), infeksi berat dengan trombosis vaskuler (apendiks gangrenosa), infeksi klostridia (gas gangren)

  5. Penyakit saraf: siringomielia, dan tabesdorsalis ulkus tropik (kaitan dengan kehilangan saraf sensorik)



  • Efek gangren:



  1. Setempat


-          Nekrosis jaringan, sering disertai nyeri

-          Ulserasi

-          Infeksi dan supurasi

-          Kehilangan fungsi

-          Perforasi dari visera berongga, contoh usus gangrenosa dengan peritonitis

  1. Umum


Absorpsi produk pemecahan jaringan dan infeksi à efeksistemik serius à kematian

  • Gangren gas


Etiologi: spora anaerob yang membawa klostridia, khususnya Clostridia perfringens (welchii).

Kamis, 01 Desember 2011

Manfaat Hubungan Seks Sebelum Tidur



Banyak pembicaraan yang menyebutkan bahwa seks adalah sorga dunia. bahkan banyak juga yang kecanduan seks karena merasakan kenikmatannya. namun demikian terdapat batasan batasan seks yakni kepuasan dalam melakukan seks.

berbicara tentang kepuasan, kedua belah pihak tidak boleh terjadi ke egoisan dalam menjalankan hubungan badan/ seks.  karena bisa menyebabkan dampak buruk bagi yang melakukan seks dengan tidak terwujudnya orgasme. meski dampak positif seks jika terwujud orgasme sangat baik untuk kesehatan. dengan demikian komunikasi antar keduanya harus terjalin baik.

laki-laki biasanya lebih cepat terjadi orgasme. jika demikian maka perempuan yang sulit menemukan titik orgasmenya akan merasa kecewa jika belum mencapai orgasme. itulah yang dapat menyebabkan rumah tangga berantakan.

Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS sebagai Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyebutkan bahwa Ketika mencapai orgasme, tubuh mengeluarkan bahan yang disebut endorphin. Bahan ini berfungsi mirip morphin, yang memberikan perasaan senang dan rileks. Karena itu pada umumnya setelah orgasme orang merasa tenang dan dapat tidur nyenyak.

demikianlah penjelasan mengapa saat sebelum tidur melakukan seks dapat menyebabkan tidur lebih nyenyak dan bangun dengan badan segar.

Hormon Endorphin

Endorphin adalah substansi yang menyebabkan kita merasa senang, bahagia, dan kecanduan. Itu sebabnya ia kerap diistilahkan sebagai ‘morphin’ yang keluar dari dalam tubuh sendiri, lebih sepesifik lagi, dari kelenjar hipofisis dan hipotalamus di dasar tulang tengkorak. Endorphin tidak akan menyeruak begitu saja begitu kita memulai aktivitas olahraga . Endorphin baru bersedia menemui tamunya jika glukosa dalam tubuh sudah mulai habis disedot. Dalam olahraga yang sangat menguras energi, misalnya berenang, bersepeda, lari, jalan kaki, kebutuhan akan oksigen sangat besar. Mengapa bisa demikian? Karena otot membutuhkan oksigen tadi untuk membakar glukosa guna membentuk adenosine triphosphate (ATP), sebuah kendaraan energi yang dibutuhkan seluruh sel di dalam tubuh. Setelah persedian glukosa habis, barulah lemak dibakar. Di tahap inilah, ketika glukosa sudah habis, baru endorphin keluar dari sarangnya. Endorphin memunculkan rasa gembira, membunuh rasa sakit, menghilangkan perasaan sedih, stress, depresi, cemas, dam semacamnya. Substansi yang sama juga keluar saat kita mengalami orgasme. Dengan begitu kesehatan mental terjaga. Anda tidak perlu setiap kali marah karena tekanan kehidupan. Jadi, jangan berhenti olahraga sebelum sang mahluk bernama endorphin ini keluar.

dalam hal ini endorphin juga dapat muncul pada saat kita melakukan hubungan badan / seksualitas. saat kita menemukan titik puncak orgasme maka tubuh akan mengeluarkan hormon ini. hal inilah yang menyebabkan kita senang melakukan hubungan badan.