Minggu, 25 Desember 2011

Alqur'an jadi dibakar di amerika





Dua pendukung Pendeta Terry Jones tetap melakukan aksi pembakaran Alquran.

Pelakunya adalah Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen, keduanya membakar Alquran pada Sabtu (11/9/2010) di hadapan sekelompok orang yang sebagiannya merupakan wartawan.

Kedua pendeta itu menyiram dua buah Alquran dan sebuah teks Islam lainnya dengan cairan pembakar, lalu menyulutnya dengan api. Mereka menyaksikan bersama-sama kitab suci umat Islam itu menjadi abu.

Aksi dua pendeta itu dilakukan di pekarangan belakang kediaman Old di Springfield. Mereka mengatakan aksinya merupakan pesan dari Tuhan.

Old mengatakan bahwa gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya. "Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya," ujarnya sebagaimana dikutip media online Tennessean.com.

"Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta," katanya sambil memegang Alquran sebelum kemudian membakarnya.

"Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu," kata mereka.

Kedua pendeta itu lantas melakukan apa yang disebutnya sebagai "demonstrasi damai" dengan sedikit gegap gempita. Delapan orang wartawan ikut menyaksikan aksi kedua rohaniwan gereja itu. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA

Sabtu, 24 Desember 2011

NATAL Vs ISLAM

Natal Versus Idul Fitri itulah yang sering dibicarakan akhir-akhir ini. Apalagi saat ini Natal sedang dirayakan bagi yang merayakan umat nasrani. Bagaimanakah pandangan saudaraku muslim dengan datangnya Natal kali ini? Negatif atau positif kah kita menghadapi hari besar saudara kita Nasrani? Mari kita mencoba menelaah sebagian dari bahasa saudaraku semua...

saya sempat membaca di jejaring sosial, dimana tibanya natal di jaga oleh satuan keamanan yang didalamnya di bawah komando kepolisian. Dimana muncul berita di televisi yang mengatakan bahwa natal kali ini akan di jaga ribuan satuan kepolisian dengan di bantu ORMAS baik Islam serta agama lainnya yang ikut serta dalam satuan keamanan tersebut.

Hal ini membuat diri kita bertanya-tanya ada apakah gerangan......???????

BOM, TERORIS itulah yang selalu menghantui negara kita, apalagi dengan diberitakan bahwa semua itu adalah pekerjaan orang ISLAM....??

saling kecam, saling menyalahkan saling mencela saling membenci selalu itu dan itu yang sering kali saya lihat dan saya baca di jejaring sosial yang menggabungkan kedua ummat beragama tersebut. Namun apakah itu perbuatan yang benar? Akankah agama kita menyetujui kita melakukan hal demikian?

Dalam hal ini AKAL PIKIRAN manusia sangatlah berperan. Kenapa demikian? Karena akal kita berperan dalam pemahaman sesuatu. Layaknya pemahaman tentang beragama. Pemahaman tersebutlah yang membedakan manusia satu dengan yang lain. Pemahaman iitulah yang membuat manusia bersatu, dan pemahaman yang berbeda itu pula yang membuat manusia bertengkar.

 

Yang saya pahami bahwa agama manusia yang bermacam-macam namun semuanya mengajarkan kita dalam kedamaian dan toleransi antar umat beragama. Namun perbedaan pendapat membawa ummat untuk berpecah belah dan bercerai berai demi membawa misi masing-masing, apalagi dengan misi-misi yang anarkis dan tidak manusiawi seperti Teroris yang senantiasa menggunakan BOMnya untuk kepentingan pemahamannya terhadap agama serta AKAL yang digunakan untuk saling menghujat, saling mancaci dan saling menjelekkan agama orang lain demi mempertahankan persepsinya sendiri.

APAKAH SEMUA KEMUNKARAN ITU DIAJARKAN OLEH AGAMA KITA....????

Islam mengajarkan untuk memberi toleransi antar sesama pemeluk agama di dunia ini. Seperti yang Allah katakan dalam Firman-NYa:

La kum dinukum wa liyadin “ Bagiku agamaku bagimu agamamu”

sikap toleransi yang diajarkan kepada kita bukan untuk saling mencela agama lain melainkan untuk hidup dalam DAMAI bersama pemeluk agama lain.... dan saya rasa semua agama mengajarkan hal yang sama.....

marilah kita jaga diri kita dari hal terkecil “Mencela” dari perpecahan antar umat beragama....

Jika kawan-kawan ada yang kurang setuju dengan tulisan saya, mari kita berdialog dengan berkomentar  Disini... terimakasih semoga bermanfaat.....

Rabu, 14 Desember 2011

PARKINSON’S DISEASE

[slideshare id=10605461&doc=parkinsonsdisease-111215121313-phpapp01]


CEREBRO VASCULAR ACCIDENT



CVA [slideshare id=10605389&w=425&h=355&sc=no]
View more presentations from lengku


Download Disini via ziddu

Asuhan Keperawatan Pada Gagal Ginjal Kronik (GGK)


  1. Pengertian


Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit ginjal yang tidak dapat pulih ditandai dengan penurunan fungsi ginjal progresif, mengarah pada penyakit ginjal tahap akhir dan kematian.

(Tucker,S M, 1998:583)

  1. Etiologi


Penyebab dari Gagal Ginjal Kronik antara lain:


    1. Nefropati diabetik

    2. Hipertensi ( nefrosklerosis )

    3. Glomerulonefritis

    4. Penyakit ginjal herediter

    5. Penyakit polikistik ginjal

    6. Gagal ginjal akut tak teratasi

    7. Uropati obstruktif

    8. Nefritis interstisial

    9. Penyakit metabolik Misal: diabetes melitus, gout, amilodosis

    10. Pielonefritis kronik

    11. Sistemik lupus eritematosus ( SLE )



Download Askepnya Disini

Download Pathwaynya Disini

Sabtu, 10 Desember 2011

7 Ciri Orang "Sok Tahu"

'Sok tahu' pada dasarnya adalah "merasa sudah cukup berpengetahuan" padahal sebenarnya kurang tahu. Masalahnya, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita 'sok tahu'? Mari kita mengambil hikmah dari Al-Qur'an. Ada beberapa ciri 'sok tahu' yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat al-'Alaq.

1. Enggan Membaca

Ketika disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Adapun orang yang 'sok tahu' pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, "Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya 'kan?" Padahal, Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui.

Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, "Ngapain baca-baca Qur'an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja." Padahal, Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber 'cahaya' yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, "Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus." Padahal, 'ilmu agama' adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.

2. Enggan Menulis

Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. "Ngerepotin," katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia.

Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis. "Susah," katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita gak bakal kesulitan nulis 'sesuka hati'? Apa susahnya nulis di buku harian, misalnya, "Tentang ciri sok tahu, lihat al-'Alaq!"?

3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan

Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.

SYOK

Suatu keadaan klinik yang timbul karena penurunan dari volume darah sirkulasi yang efektif.

-          Patogenisis stok

Faktor-faktor yang terlibat:

  1. Kehilangan darah


















Berat à Syok hemoragi



Perdarahan internal

Perdarahan eksternal

  1. Dilatasi dasar kapiler


Pengumpulan sejumlah besar darah pada dasar kapiler à penurunan volume darah sirkulasi.

  1. Neurogenik


Lintasan saraf:

-          Syok primer: syok fase awal dan sementara

Pingsan: memikirkan venaseksi, melihat darah

-          Syok klinik sejati: berlangsung lebih lama

Perubahan tonus vasomotor à redistribusi darah

  1. Kardiogenik


Dikenal sebagai syok sentral.

Kegagalan jantung akut, khususnya setelah infark miokard à kegagalan pompa.

  1. Kehilangan plasma dan cairan


-          Luka bakar luas

-          Anafilaksis

-          Syok endotoksik

-          Muntah banyak

-          Diare

-          Efek syok

Syok:

à hipertensi

à penurunan aliran darah ke organ-organ untuk vita à anoksik

  1. Otak


Kehilangan kesadaran

Kerusakan struktural permanen

  1. Ginjal


Nekrosis tubuler akut

  1. Adrenal


Kehilangan lipid kortikal

  1. Hepar


Perubahan lemak

  1. Jantung


Perubahan lemak minimal

  1. Paru


Kongesti

EDEMA

Merupakan penumpukan cairan ekstra selular yang berlebihan dalam jaringan.

Transudat : massa jenis < 1,020

Eksudat     : massa jenis > 1,020

-          Penyebab edema

  1. Peningkatan dan tekanan vena: cairan keluar dari pembuluh darah ke ruang ekstraselular.




    1. Sistemik:



Kegagalan jantung


    1. Lokal:



Obstruksi mekanik terhadap drainase

Contoh: uterus gravid menekan vena

  1. Penurunan tekanan osmotik darah


Edema: jika protein plasma menurun < 40 gr/l.

Penyebab penurunan protein:


    1. Asupan yang tidak cukup



Contoh: edema kelaparan, sindroma malabso


    1. Haluaran yang berlebihan



Contoh:

-          Penyakit ginjal dengan albuminuria: sindroma nefrotik

-          Keluarnya protein pada luka bakar berat


    1. Produksi yang kurang



Contoh: penyakit hepar berat dengan defisiensi sintesis proteion.

  1. Peningkatan permeabilitas kapiler


Menyebabkan kelebihan cairan dan protein plasma untuk masuk ke dalam jaringan.


    1. Sistemik:



Produk bakterial dan bahan kimia ß anaksia yang berkaitan dengan kegagalan jantung.


    1. Lokal:



Cedera setempat dari pembuluh darah oleh luka bakar, bahan kimia dan infeksi.

  1. Peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular


Kelebihan ion natrium dalam cairan ekstraselular menahan air à edema

Penyebab:

  1. Kegagalan jantung

  2. Kegagalan ginjal

  3. Asupan diet natrium yang berlebihan

  4. Obstruksi limfatik


Mencegah drainase cairan jaringan, jika menetap à limfedema. Jika berat à elefantiasis.

Penyebab:

  1. Kongenintal

  2. Parasitik: infeksi filaria

  3. Pembentukan parut: fibrosis setelah infeksi: limfogranuloma venerium

  4. Pembedahan: setelah pengeluaran limfenodul inguinal atau aksilar. Contoh: pada karsinoma payudara

  5. Keganasan: blokade oleh sel tumor


-          Tipe Klinik

2 tipe paling sering dari edema generalisata adalah:

  1. Edema jantung


Faktor utama:

  1. Peningkatan tekanan hidrostatik dalam vena

  2. Anoksia stagnasi dengan peningkatan permeabilitas vaskular

  3. Retensi ion natrium dengan peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular

  4. Edema ginjal


Faktor yang terlibat:

  1. Penurunan protein plasma à menurunkan tekanan osmotik plasma (oleh karena albumenuria)


Contoh: sindroma nefrotik

  1. Peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular, disebabkan gangguan elektrolit.


Contoh: kegagalan ginjal akut

  1. Peningkatan permeabilitas kapiler


Merupakan suatu faktor pada edema glomerulonefritis akut

  1. Tumpang tindih dengan edema jantung


Kegagalan jantung yang berkaitan dengan hipertensi sebagai akibat sekunder penyakit ginjal.

Efek edema:

Edema serebral à peningkatan tekanan intraranial, koma, bahkan kematian.

Edema paru à pergeseran udara oleh cairan dalam alveoli à menghambat pertukaran gas dispnu dan sianosis.

Kongesti

Kongesti atau hiperemia adalah peningkatan jumlah darah dalam jaringan

-          Kongesti aktif

Merupakan dilatasi arterial dan kapiler

Terjadi pada latihan dan pada peradangan.

-          Kongesti venosa pasif

Merupakan stasis vena

Dapat akut atau kronik, setempat atau U.

  1. Kongesti venosa akut pasif


Organ/jaringan merah tua, berisi penuh dengan darah.

  1. Setempat:


Karena abstruksi mendadak dari aliran balik vena (venous return)

Contoh: trombosis vena

  1. Umum:


Kegagalan jantung akut

Asfiksia

  1. Kongesti venosa kronik pasif

    1. Setempat:




Disebabkan obstruksi vena yang lama dengan atau tanpa trombosis. Terjadi karena pembesaran lomfonodul, tumor, massa lain yang menekan vena.

 

  1. Umum:


Pada kegagalan jantung kronik.

-          Perubahan organ pada kongesti venosa pasif:

Kongesti ringan à hiperemia

Lebih berat atau lama à anoksia jariangan à degenerasi parenkimal

  1. Paru


Pada kegagalan jantung kiri kronik dan obstruksi mitral. Paru: padat, coklat dan fibrosa.

  1. Hepar


Pada kegagalan jantung kanan

  1. Dini: kongesti berat pada hepar

  2. Kemudian: kerusakan sel hepar

  3. Lanjut: nekrosis dan fibrosis

  4. Lien


Dini : sedikit membesar

Selanjutnya: membesar secara makroskopis disertai fibrosis

  1. Ginjal


Agak membesar, merah tua

Mikroskopis; glomeruli sangat membengkak

  1. Organ lain


Usus, lambung dan visera lain: pembengkakan dan darah.

Anggota gerak: khususnya tungkak mengandung darah berlebihan, sering dan edema.

-          Akibat kongesti vena yang lama

  1. Pembesaran akibat pembengkakan

  2. Anoksia stragnasi dengan degenerasi sel parenkimal dan peningkatan fibrosis

  3. Edema

Nekrosis


  • Definisi


Nekrosis adalah kematian sel

  • Penyebab



  1. Iskemia : kekurangan oksigen, metabolik lain

  2. Infektif : bakteri, virus, dll

  3. Fisiko-kimia : panas, sinas X, asam, dll



  • Terdapat 2 tipe :



  1. Nekrosis koagulatif


Disebabkan oleh denaturasi protein sekular yang menimbulkan massa padar, menetap berhari-hari/berminggu-minggu à larut dan dikeluarkan dari lisis enzimatik.

Tipe ini ditemukan setelah kehilangan pasokan darajh, contoh pada infark

  1. Nekrosis kolikuatif


Terjadi pelaritan yang cepat dari sel yang mati. Terutama terjadi pada susunan saraf pusat.

à pemecahan mielin à perlunakan otak

à likuefaksi, contoh: setelah sumbatan vaskular

  • Penyebab Nekrosis



  1. Iskhemi


Iskhemi dapat terjadi karena perbekalan (supply) oksigen dan makanan untuk suatu alat tubuh terputus. Iskhemi terjadi pada infak, yaitu kematian jaringan akibat penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan dapat terjadi akibat pembentukan trombus. Penyumbatan mengakibatkan anoxia. Nekrosis terutama terjadi apabila daerah yang terkena tidak mendapat pertolongan sirkulasi kolateral. Nekrosis lebih mudah terjadi pada jaringan-jaringan yang bersifat rentan terhadap anoxia. Jaringan yang sangat rentan terhadap anoxia ialah otak.

  1. Agens biologik


Toksin bakteri dapat mengakibatkan kerusakan dinding pembuluh darah dan trombosis. Toksin ini biasanya berasal dari bakteri-bakteri yang virulen, baik endo maupun eksotoksin. Bila toksin kurang keras, biasanya hanya mengakibatkan radang. Virus dan parasit dapat mengeluarkan berbagai enzim dan toksin, yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi jaringan, sehingga timbul nekrosis.

  1. Agens kimia


Dapat eksogen maupun endogen. Meskipun zat kimia merupakan juga merupakan juga zat yang biasa terdapat pada tubuh, seperti natrium dan glukose, tapi kalau konsentrasinya tinggi dapat menimbulkan nekrosis akibat gangguan keseimbangan kosmotik sel. Beberapa zat tertentu dalam konsentrasi yang rendah sudah dapat merupakan racun dan mematikan sel, sedang yang lain baru menimbulkan kerusakan jaringan bila konsentrasinya tinggi.

  1. Agens fisik


Trauma, suhu yang sangat ekstrem, baik panas maupun dingin, tenaga listrik, cahaya matahari, tenaga radiasi. Kerusakan sel dapat terjadi karena timbul kerusakan potoplasma akibat ionisasi atau tenaga fisik, sehingga timbul kekacauan tata kimia potoplasma dan inti.

  1. Kerentanan (hypersensitivity)


Kerentanan jaringan dapat timbul spontan atau secara didapat (acquired) dan menimbulkan reaksi imunologik. Pada seseorang bersensitif terhadap obat-obatan sulfa dapat timbul nekrosis pada epitel tubulus ginjal apabila ia makan obat-obatan sulfa. Juga dapat timbul nekrosis pada pembuluh-pembuluh darah. Dalam imunologi dikenal reaksi Schwartzman dan reaksi Arthus.